Postingan

Hanya ada aku, dan diriku.

Kala itu setelah hari yang melelahkan, hari yang semakin lama semakin tidak diharapkan kehadirannya, yang semakin abstrak tiap detiknya, ku putuskan untuk segera kembali pulang. Pulang kerumah untuk menjadi diriku sebenarnya.  Setelah sampai ditempat yang bisa menjadikan diriku apa adanya, biasanya aku selalu disambut hangat oleh sebuah keheningan yang pasti, yang menyambut kedatangan diriku dengan sederhana namun ciamik, dan menurut ku itu lebih baik dari segelas kopi hangat pada malam tak berpuan. “Apakah kamu sudah mengeluarkan effort terbaik mu hari ini?” “iya, sudah. Memang harusnya begitu kan? Dan harus selalu begitu!” “sekarang cuma kamu yang tahu, gimana keadaan dirimu, dan harus kamu apakan dirimu itu, selamat berintuisi!" “ah iya berintuisi, hampir saja lupa” Apa yang paling dinantikan dari waktu tak bertuan? Jawabannya hanya ada aku, dan diriku. Walau hening menjadi hal yang dominan saat itu, tapi itu tidak membuat intuisi menjadi berhenti, namun menjadi penghubung dian...